ST Francis Luck Now – Dies Natalis ITB ke-66 dirayakan pada Senin, 3 Maret 2025, dengan tema “Membangun Ekosistem Kolaborasi Sains, Teknologi, Seni, dan Humaniora untuk Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan”. Acara ini diselenggarakan secara luring di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, dan juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube ITB. Perayaan kali ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang institusi, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Pada acara ini, Orasi Ilmiah disampaikan oleh Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., seorang akademisi dan wirausahawan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang rekayasa komputasi. Dr. Fauzan berbagi pandangan tentang pentingnya integrasi berbagai disiplin ilmu untuk mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Selain orasi ilmiah, acara ini juga menjadi momen pemberian penghargaan kepada tenaga pendidik ITB yang telah memberikan kontribusi luar biasa di berbagai bidang. Penghargaan diberikan di empat kategori: pengajaran, penelitian dan karya inovasi, pengabdian masyarakat, dan pengembangan institusi. Penghargaan Ganesa Wira Adiutama juga diberikan kepada mantan pimpinan badan-badan utama ITB yang baru saja menyelesaikan masa tugasnya. Beberapa penerima penghargaan di antaranya adalah Ketua MWA ITB, Ir. Yani Panigoro, M.M., dan Ketua SA ITB, Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D., IPU.
“Baca juga: Cara Efektif Membangun Komunikasi Positif dengan Anak”
Ketua Majelis Amanat (MWA) ITB, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya, mengungkapkan visi ITB untuk menjadi universitas kelas dunia yang berada dalam peringkat 150 besar global. “ITB berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkelas dunia dengan pola pikir kolaboratif dan inovasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Visi ini mencerminkan komitmen ITB dalam menghasilkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan dinamika global.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik (SA) ITB, Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-66 adalah momen penting yang menandai perjalanan panjang ITB. “ITB berkomitmen pada keunggulan, inovasi, dan dedikasi dalam membangun bangsa,” ungkap Prof. Edy. Perubahan kepemimpinan di tubuh ITB juga disorot sebagai bagian dari dinamika yang sehat dalam suatu institusi pendidikan tinggi.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menekankan pentingnya pendekatan transdisiplin dalam menghadapi tantangan zaman. “ITB harus bertransformasi menuju Fourth Generation University (4GU) yang unggul dan berdampak,” ujar Prof. Tatacipta. Beliau menegaskan bahwa untuk menyelesaikan berbagai masalah global, ITB harus mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, baik sains, teknologi, seni, desain, dan humaniora.
Pendekatan transdisiplin ini dianggap penting untuk menghadapi isu-isu kompleks seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, kecerdasan buatan, dan kesehatan global. Prof. Tatacipta menambahkan bahwa untuk membangun solusi inovatif yang berkelanjutan, ITB perlu mengembangkan kolaborasi lintas bidang yang lebih kuat. Kolaborasi ini akan memperkuat peran ITB dalam mendukung pembangunan bangsa dan menciptakan dampak positif di masyarakat.
“Simak juga: Dari Rokok ke Investasi: Langkah Sukses Robert Budi Hartono Menjadi Miliarder”
Dalam perayaan Dies Natalis ke-66 ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto memberikan sambutan secara daring. Beliau mengapresiasi peran ITB dalam mencetak pemikir dan inovator yang telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia. “ITB memiliki peran strategis dalam mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ungkap Prof. Brian.
Prof. Brian juga mengajak seluruh sivitas akademika ITB untuk menjadikan Dies Natalis ke-66 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen mereka dalam menciptakan SDM unggul dan riset berkualitas tinggi. “Dengan kolaborasi erat antara universitas, akademisi, industri, dan pemerintah, kita dapat mengakselerasi transformasi Indonesia menuju negara maju,” tambahnya.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, ITB berperan penting dalam membantu Indonesia keluar dari middle income trap. ITB berkomitmen menjadikan Indonesia negara industri maju. Melalui riset, inovasi, dan kolaborasi, ITB berkontribusi besar untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berkelanjutan.
Pada Dies Natalis ke-66, ITB menekankan pentingnya kolaborasi antara sains, teknologi, seni, dan humaniora. Kolaborasi ini penting untuk perkembangan internal dan kemajuan negara. Dengan pendekatan transdisiplin, ITB siap menghadapi tantangan besar masa depan. ITB berkomitmen menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat global.